<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan si Cipluk</title>
	<atom:link href="http://cipluk.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cipluk.com</link>
	<description>Blog Focus On Travel, Hotel, Cruise</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Apr 2012 12:36:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ormas Gangters dan Premanisme</title>
		<link>http://cipluk.com/ormas-gangters-dan-premanisme.html</link>
		<comments>http://cipluk.com/ormas-gangters-dan-premanisme.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 12:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Ormas Gangters]]></category>
		<category><![CDATA[Premanisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipluk.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Jangan  ditakuti, tapi bencilah! itulah kata awal saya dalam tulisan ini sekalian pesan moral ku pada khalayak ramai.  Sejujurnya mereka muncul setelah era reformasi didasari pemikiran para mahasiswa yang bersatu yang memunculkan kekuatan dahsyat menumbangkan kekuatan orba / pak Harto. Kesolidan mahasiswa ditiru, ilmu sapu lidi mereka ditiru, dimotori difasilitasi oleh elite politik, diajari membentuk organisasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan  ditakuti, tapi bencilah! itulah kata awal saya dalam tulisan ini sekalian pesan moral ku pada khalayak ramai.  Sejujurnya mereka muncul setelah era reformasi didasari pemikiran para mahasiswa yang bersatu yang memunculkan kekuatan dahsyat menumbangkan kekuatan orba / pak Harto. Kesolidan mahasiswa ditiru, ilmu sapu lidi mereka ditiru, dimotori difasilitasi oleh elite politik, diajari membentuk organisasi dari sruktur hingga ad / art nya. Tujuan awal memang bagus pendidikan politik dan demokrasi seiring hembusan angin reformasi, tetapi sebagian dari mereka kebablasan  euphoria, maka yang terjadi adalah munculnya ormas2 bak jamur di musim hujan mengusung bendera etnis agama.</p>
<p>Sekilas menengok ke belakang, dekade tahun 80an, aku teringat di masa itu di Jakarta marak  terbentuk kelompok \ geng anak remaja  yang diinspirasi film berjudul The Outsiders dibintangi Matt Dillon &amp; Rob Lowe, di setiap kompleks kampung   terbentuk klompok2. Aku yang besar  di wilayah  sekitar Kemanggisan, Slipi, Palmerah, Tanah Abang mengalami perkembangan ini. Begitu juga tahun 70an ada yang namanya Bherland Sartana dll, tapi pada waktu itu klompok2 itu hanyalah klompok knakalan anak remaja karena mode  semata atau gaya2an dan yang ngatur negara alias pemerintah adalah berwibawa, aparat keamanan dan para intelejennya bekerja dengan baik, sosok pak Harto  sangat disegani dan berwibawa,  aparat keamanan masih dipandang.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipluk.com/ormas-gangters-dan-premanisme.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencuri Sandal Jepit dan Anak Dibawah Umur VS Penegakan Hukum</title>
		<link>http://cipluk.com/pencuri-sandal-jepit-dan-anak-dibawah-umur-vs-penegakan-hukum.html</link>
		<comments>http://cipluk.com/pencuri-sandal-jepit-dan-anak-dibawah-umur-vs-penegakan-hukum.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 12:35:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[AAL]]></category>
		<category><![CDATA[ayu ting ting]]></category>
		<category><![CDATA[century]]></category>
		<category><![CDATA[gayus]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kak seto]]></category>
		<category><![CDATA[komisi perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[mencuri]]></category>
		<category><![CDATA[miranda gultom]]></category>
		<category><![CDATA[pemerhati anak]]></category>
		<category><![CDATA[pencuri]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[pengadilan]]></category>
		<category><![CDATA[sandal]]></category>
		<category><![CDATA[sandal jepit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipluk.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Minggu2 ini di media massa marak dibicarakan perihal anak umur 15 thn mencuri sandal jepit di daerah Palu SulTeng. Banyak komentar  terlontar  baik di tv maupun di koran  dengan segala pandangannya masing2. Terakhir aku melihat seorang Ayu Ting Ting ditanyai pendapatnya mengenai masalah ini disalah satu acara infotainment, dengan lantang dia menjawab diakhir kata2nya yaitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu2 ini di media massa marak dibicarakan perihal anak umur 15 thn mencuri sandal jepit di daerah Palu SulTeng. Banyak komentar  terlontar  baik di tv maupun di koran  dengan segala pandangannya masing2. Terakhir aku melihat seorang Ayu Ting Ting ditanyai pendapatnya mengenai masalah ini disalah satu acara infotainment, dengan lantang dia menjawab diakhir kata2nya yaitu masalah kecil jangan dibesar2kan masalah besar jangan dikecilkan, wooow boleh juga tuh komentar  dalam hatiku. Lalu sampailah aku pada kesimpulan pendapatku setelah aku menunggu pendapat dari seseorang yang aku rasa sangat berkompeten dalam menilai masalah2 hukum yang terjadi di Indonesia dan layak dijadikan patokan yaitu komentar Mahfud MD, sang Ketua Komisi Yudisial, komisi yang menangani masalah hukum gitu loch.  Yang membuat aku  lega pandangannya sama dengan pandanganku mengenai masalah tersebut  yaitu keputusan hakim sudah tepat untuk AAL maupun untuk oknum polisi yang menganiaya ALL.</p>
<p>Dalam konteks ini aku Catatan si Cipluk ikut  mengomentari  dan memberi masukan kepada si objek yaitu AAL, sejujurnya apakah kamu mencuri, jawabnya ya atau tidak. Jika YA maka menurut hemat saya segala opini publik yang selama ini mendukung anda lewat penggalangan sandal dan sebagainya serta  ucapan kak Seto yang gigih membela anda karena kapasitas beliau sebagai pemerhati anak  dari Komisi Perlindungan Anak adalah tidak tepat, beliau menekankan dampak psikologis anak tersebut atas putusan ini. Menurut pendapatku proses peradilan ini  justru untuk pembelajaran hukum pada khalayak ramai, khususnya anak2 remaja seperti halnya AAL, dan pada yang bersangkutan  bahwa  perbuatan MENCURI adalah tetap MENCURI! dan merupakan perbuatan perilaku tabiat tidak baik yang melanggar norma2 agama dan norma2 hukum yang berlaku di planet bumi ini. Mencuri walau nilai barang sekecil apapun tetap memiliki konsekuensi hukum dan bahkan dalam beberapa kasus pelaku pencurian mengalami penganiayaan massa ketika tertangkap. Diharapkan dampak dari proses peradilan ini adalah psikologis JERA pada anak itu dan anak2 lain.</p>
<p>Dukungan dari masyarakat terhadap kasus pencurian seperti  ini dikhawatirkan   berakibat akan adanya preseden buruk karena ada kesan kalau tindak pencurian yang dilakukan anak2  dan tertangkap akan  mendapatkan dukungan seperti AAL. Padahal kita tau usia2 remaja adalah usia2 rawan dalam pergaulan sehari2, dari yang mulai ikut2an supaya dibilang gaul sampai memang sudah menjadi  penyakit kleptomania atau yang karena memang untuk survive kehidupan. Usia mereka memang masih dikategorikan anak2 tapi dari bentuk fisik hasrat dan perilaku mereka sama dengan orang dewasa.</p>
<p>Dukungan masyarakat yang terjadi seperti pengumpulan sandal untuk AAL sebetulnya lain dengan pada waktu kita melakukan dukungan koin untuk Prita. Untuk kasus AAL, saya pribadi tidak sreg karena dukungan ini ditujukan terhadap masalah perilaku buruk yaitu pencurian. Untuk orang tua AAL yang keliatannya tidak menerima putusan hakim, ambil sisi positifnya yaitu efek JERA pada anak itu  sehingga dia menjadi anak yang baik tidak mengulangi perbuatannya alias kapok. Untuk para penegak hukum baik polisi jaksa dan hakim  tetaplah menjalankan tugasnya dengan baik dan istiqomah, selama kejadian ini pastilah ada keraguan dari mereka dalam mengambil putusan hukum.</p>
<p>Sementara dukungan publik maupun segala macam penggalangan apapun bentuknya adalah untuk menyoalkan keadilan yang dirasa timpang. Kebetulan akhir2 ini ada peristiwa hukum kasus Century, Gayus, Miranda, dsb lalu disandingkan dengan kasus  yang mengusung kata “anak dan sandal jepit”  yang berkonotasi barang yang tidak berharga atau murah. Sehingga akhirnya dianalogikan hukum seperti pisau yang tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas, yang ujung2nya dipolitisasi berkaitan dengan prestasi penegakan hukum di Indonesia di masa pemerintahan SBY ini.</p>
<p>Komentarku ini berlaku jika si AAL adalah benar telah mengakui perbuatannya  yaitu mencuri sandal. Tapi kalau yang terjadi si AAL dengan sejujurnya tidak melakukan pencurian itu  maka komentarku adalah benar bahwa peradilan itu adalah hal yang sangat disayangkan terjadi dan dukungan seluas2nya  harus diberikan kepada AAL  dan kepada kak Seto sangat tepat dukungannya dan ucapannya, karena tidak mencuri   tapi didakwa mencuri betul akan menimbulkan efek psikologis dan itu tidak boleh terjadi harus dibersihkan nama baik AAL  dan harus didukung penuh oleh segala lapisan masyarakat  terutama Komisi Perlindungan Anak. Didakwa  bersalah walau hanya karena sandal jepit, apapun itu dituduh mencuri padahal tidak adalah sangat meyakitkan,  siapapun dapat merasakannya. Siapapun harus mendukung AAL, apalagi orang tuanya dengan segenap daya upaya harus  berusaha membela sekuatnya, naik banding demo ke DPR atau istana bila perlu, menuntut keadilan anaknya terkasih. Beruntung  negara kita memiliki seorang kak Seto  yang seorang pemerhati masalah  anak yang bisa mengawal masalah2 seperti ini.</p>
<p>Sebelum dan sesudahnya saya mohon maaf atas komentar2 ini semoga membawa manfaat bagi pembaca.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipluk.com/pencuri-sandal-jepit-dan-anak-dibawah-umur-vs-penegakan-hukum.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Barcelona Hard Live and Crazy Euro</title>
		<link>http://cipluk.com/barcelona-hard-live-and-crazy-euro.html</link>
		<comments>http://cipluk.com/barcelona-hard-live-and-crazy-euro.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 12:34:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[barca]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[camp nou]]></category>
		<category><![CDATA[copet]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[euro]]></category>
		<category><![CDATA[hard live]]></category>
		<category><![CDATA[penipu]]></category>
		<category><![CDATA[sagardi family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipluk.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Barcelona oh Barcelona, kota ini begitu kaya akan objek wisata baik wisata modern atau wisata sejarah, itulah yang terlintas di benakku. Sebelum ku tau ada transportasi murah yaitu metro train, travellingku di Barcelona selalu memakai jasa taxi dengan biaya sangat mahal. Trip pertama ku adalah stadiun Camp Nou  markas club Barca Barcelona, dengan taxi dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barcelona oh Barcelona, kota ini begitu kaya akan objek wisata baik wisata modern atau wisata sejarah, itulah yang terlintas di benakku. Sebelum ku tau ada transportasi murah yaitu metro train, travellingku di Barcelona selalu memakai jasa taxi dengan biaya sangat mahal. Trip pertama ku adalah stadiun Camp Nou  markas club Barca Barcelona, dengan taxi dari Pier pelabuhan ke lokasi 40 Euro, lalu tiket masuk stadiun 20 Euro.</p>
<p>Dari seorang teman ku dapat informasi ada akses  kendaraan murah bila ingin travelling di kota ini yaitu melalui kereta bawah tanah, tapi mesti extra hati-hati katanya. Dilain kesempatan ku coba saran ini, tujuan ku kali ini adalah gereja Sagardi Family. Dengan langkah pasti ku jumpai stasiun itu, keadaannya begitu crowd dan membigungkan, kalo bingung tinggal tanya pikirku, tapi ternyata memang benar buat pemula memang sangat membingungkan, dari mulai mesin penjual tiket  serta rute2nya ditambah lagi faktor bahasa,  sulit menjumpai orang berbahasa Inggris.</p>
<p>Beruntung aku jumpai gadis Philipina dan dia jelaskan kepadaku segalanya, diapun bercerita beratnya hidup di kota ini terlebih setelah menggunakan Euro, dia berpesan hati2  banyak sekali copet berkeliaran di sini.  Tibalah saat kereta ku lewat, akupun sgera memasuki, begitu pintu terbuka otomatis penumpang segera berebut masuk, saat berada di tengah2 pintu itulah kantong celanaku depan belakang digrayangi  tangan wanita2 cantik secara cepat dan terlatih, aku sampai terkesima dibuatnya, aku langsung tersadar dan reflek menangkisnya  lalu aku ganti membuntutinya  dan ku tunjuk-tunjuk mukanya, dengan mimik memelas dia  minta maaf,  ku dengar dia berkata lirih “hard live sorry sorry”.</p>
<p>Ku bersyukur pada Allah, berkat doa ku meminta perlindungan padaNYA aku selamat dari peristiwa ini. Teryata  nasehat wanita Philipina itu benar, kota ini sarat dengan  copet dan penipuan. Akhir kata dimanapun kita berada KITA HARUS SELALU HATI-HATI.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipluk.com/barcelona-hard-live-and-crazy-euro.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cannes dan Soemantri Brojonegoro Kuningan</title>
		<link>http://cipluk.com/cannes-dan-soemantri-brojonegoro-kuningan.html</link>
		<comments>http://cipluk.com/cannes-dan-soemantri-brojonegoro-kuningan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2012 12:33:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[aktor]]></category>
		<category><![CDATA[aktris]]></category>
		<category><![CDATA[cannes]]></category>
		<category><![CDATA[Dessy Ratnasari]]></category>
		<category><![CDATA[Didi Petet]]></category>
		<category><![CDATA[festival film]]></category>
		<category><![CDATA[festival film cannes]]></category>
		<category><![CDATA[festival film indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[FFI]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[gelanggang mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Rasuna Said]]></category>
		<category><![CDATA[Soemantri Brojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Soemantri Brojonegoro Kuningan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipluk.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Pada kesempatan kali ini aku jejakan kakiku di kota Cannes, masih wilayah Prancis. Ku susuri jalan-jalan dan trotoar yang tampak tertata rapi bersih, rapi nan resik,  terminal bis layaknya taman bunga dengan bis-bisnya yang eco green. Kebetulan waktu itu bertepatan dengan perhelatan festival fim tingkat dunia,  sepanjang jalan restaurant  dan hotel2 mewah penuh sesak pengunjung, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada kesempatan kali ini aku jejakan kakiku di kota Cannes, masih wilayah Prancis. Ku susuri jalan-jalan dan trotoar yang tampak tertata rapi bersih, rapi nan resik,  terminal bis layaknya taman bunga dengan bis-bisnya yang eco green. Kebetulan waktu itu bertepatan dengan perhelatan festival fim tingkat dunia,  sepanjang jalan restaurant  dan hotel2 mewah penuh sesak pengunjung, mobil2 mewah Bentley Ferrari  Lamborghini bersliweran. Sampailah aku  di depan gedung  dengan anak tangga bernuansa red carpet, ya itulah gedung  hall tempat dilaksanakannya <a href="http://cipluk.com/"><strong>festival film de cannes</strong></a> dengan red carpetnya  yang terhampar, yang merupakan jalur yang akan dilalui oleh para artis dan aktor dari seluruh dunia, tampak pula wartawan dan perusahaan film  sibuk mengadakan seminar sembari memasarkan  produk filmnya.</p>
<p>Seketika ingatanku terbayang  pada dekade tahun 80-90an di jalan Rasuna Said, tepatnya di gelanggang mahasiswa  Sumantri Brojonegoro. Pada waktu itu di tempat ini selalu digunakan  untuk ajang preview  seminar untuk film2 yang masuk nominasi untuk ajang FFI, sering kujumpai aktor dan aktris seperti Didi Petet, Dessy Ratnasari, dan lain-lain, juga Firman dan Ilham (bintang pendiri cek and ricek) selalu terlihat di setiap event. Pada saat itu sudah terbayang di benakku tentang festival film Cannes, ternyata sekarang aku kunjungi dan saksikan sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipluk.com/cannes-dan-soemantri-brojonegoro-kuningan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Napolean di Ajaccio Pak Harto di Kemusuk</title>
		<link>http://cipluk.com/napolean-di-ajaccio-pak-harto-di-kemusuk.html</link>
		<comments>http://cipluk.com/napolean-di-ajaccio-pak-harto-di-kemusuk.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 12:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[ajaccio]]></category>
		<category><![CDATA[gelar pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[kemusuk]]></category>
		<category><![CDATA[napoleon]]></category>
		<category><![CDATA[napoleon bonaparte]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[presiden suharto]]></category>
		<category><![CDATA[suharto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipluk.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Wacana pemberian gelar pahlawan akhir2 ini bergulir pada diri pak Harto ada pro kontra. Sebagai bagian dari warga negara Indonesia aku sih berpikir mengapa terburu-buru, aku pikir ini adalah wacana yang digulirkan orang2 ketiga keluarga Cendana yang ingin cari muka atau berkepentingan. Sedari kecil aku pengagum beliau walaupun aku tidak pernah bertemu langsung dengan beliau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wacana pemberian <a href="http://cipluk.com/"><strong>gelar pahlawan</strong></a> akhir2 ini bergulir pada diri pak Harto ada pro kontra. Sebagai bagian dari warga negara Indonesia aku sih berpikir mengapa terburu-buru, aku pikir ini adalah wacana yang digulirkan orang2 ketiga keluarga Cendana yang ingin cari muka atau berkepentingan.</p>
<p>Sedari kecil aku pengagum beliau walaupun aku tidak pernah bertemu langsung dengan beliau tapi aku pernah mendekati beliau, ceritanya begini, pada waktu aku berkesempatan Sholat Jumat di Masjid  Baiturohman di samping istana di lingkungan gedung Sekneg dan aku secara tak sengaja duduk tidak jauh dari shaf nya pak Harto yang kalo tidak salah beliau bersama suami Benazhir Bhuto. Di situlah pertama kalinya aku melihat wajah pak Harto  secara langsung, kulitnya putih memakai jas biru tua perutnya gendut.</p>
<p>Profil pak Harto mirip dengan Napoleon Bonaparte yang juga sama-sama ahli strategi militer. Aku pernah mengunjungi rumah tempat lahir dan besar Napoleon di  kota Ajaccio di pulau Torsica wilayah French, rumah itu terletak di antara jalan sempit diapit antara blok perumahan2. Rumah bertingkat berdinding tembok berlantai atas kayu terdapat ranjang  ruang tamu dan barang2 peninggalan beliau dan surat cintanya, pengunjung harus membayar beberapa euro untuk mendapatkan tiket masuk.</p>
<p>Di desa Kemusuk Godean Jogjakarta aku pun pernah ke rumah pak Harto semasa kecil, pada waktu itu  aku hanya ingin lewat di depannya saja tapi hujan deras datang tiba2 lalu ku belokan motorku ke dalam dan ku berteduh di paviliun / musolah kecil,  di situ aku berteduh dan merenung memandangi rumah masa kecil seorang presiden. Itu terjadi sekitar  tahun 1998 beberapa bulan sebelum pak Harto lengser sewaktu aku berlibur di Jogja. Yang jelas pak Harto adalah pahlawan untuk keluarganya, meminjam istilahnya <strong>ora pathekan gak jadi presiden</strong> <strong>lagi</strong>, hal yang sama pasti akan dikatakan pak Harto jika beliau masih ada <strong>ora pathekan gak jadi pahlawan</strong> beliau sudah tenang di alamnya, kita tidak usah berpolemik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipluk.com/napolean-di-ajaccio-pak-harto-di-kemusuk.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Madinah, Raudah dan Zidane</title>
		<link>http://cipluk.com/madinah-raudah-dan-zidane.html</link>
		<comments>http://cipluk.com/madinah-raudah-dan-zidane.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2012 12:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pergi Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[pergi haji]]></category>
		<category><![CDATA[raudah]]></category>
		<category><![CDATA[zidane]]></category>
		<category><![CDATA[zinedine zidane]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipluk.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Masjid Nabawi, di masjid ini kulakukan Arbain sholat wajib 40 rakaat tanpa putus  dikarenakan jarak maktabku jauh sering aku seharian tak pulang  jadi dari Subuh sampai Isya kuberada di sana, keluar hanya untuk ke toilet dan mengisi perut makan roti dan minum teh panas sambil memperhatikan kapan kira-kira ku bisa masuk ke area Raudah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masjid Nabawi, di masjid ini kulakukan Arbain sholat wajib 40 rakaat tanpa putus  dikarenakan jarak maktabku jauh sering aku seharian tak pulang  jadi dari Subuh sampai Isya kuberada di sana, keluar hanya untuk ke toilet dan mengisi perut makan roti dan minum teh panas sambil memperhatikan kapan kira-kira ku bisa masuk ke area <a href="http://cipluk.com/"><strong>Raudah</strong></a> yang mana antreannya begitu tinggi dan berjibun. Sampailah pada suatu sore ba’da Ashar ada kesempatan ku untuk bergerilya mendekati sasaran bak seorang pasukan intelejen aku menyusup mendekat seshaf demi seshaf tanpa putus asa, tibalah dengan tak terasa ku injakan kakiku di karpet warna cream mewah nan tebal di situ saingan begitu ketatnya bagaimana tidak semua orang berpikir sama untuk satu tujuan area karpet itulah Raudah berada, aku terus maju mendekat untuk lebih mendekat ke tempat yang diyakini taman surga berada yaitu di antara makam nabi dan mihrab, pada akhirnya sampailah aku di antaranya untuk lebih amannya aku duduk tepat di depan mihrab dan kulaksanakan sholat Maghrib dan Isya di sana, nikmat nian usahaku berhasil inginnya sih sampai Subuh di situ tapi jam 10 tempat ini akan ditutup dan dilakukan sweeping, cukuplah masih banyak jemaah lain yang ingin merasakan Raudah aku ga boleh egois.</p>
<p>Hari2 berikutnya aku sembahyang seperti biasa di tempat yang blok kanan yang kupikir sangat nyaman karena dekat dengan toilet dan pintu keluar dan blok itulah setiap Maghrib dan menjelang Isya  jemaah rombongan dari  Perancis selalu  berada di situ dan sholat di dekatku. Pada suatu kesempatan aku mengobrol dengan mereka karena aku pernah ke Perancis, dari obrolan dengan mereka aku tahu  bahwa mereka adalah rombongan dari Perancis asal mereka Aljazair  dan mereka bersama Zidane dan mereka menunjuk seseorang di depanku orang itulah Zidane karena kakinya sedikit cedera dan tak bisa mengikuti pertandingan maka dia memekai waktu senggangnya untuk berhaji karena dia seorang Islam dari Aljazair. Akupun bersay hello padanya, aku bisa sedikit bahasa Inggris dan aku pernah mengunjungi  Perancis seperti  Lehavre Marseiles Nice Torsica Montecarlo.</p>
<p>Aku sendiri bukan penggemar  bola dan tak begitu ngeh kalau orang itu adalah Zinedine Zidane si pemain bola terkenal, seperti pada waktu aku melayani tamu di restaurant tempat aku bekerja  aku ternyata melayani keluarga anak2 dari Ronald Koeman dan tamu di sebelahnya adalah Ronald Koeman pemain sepak bola terkenal Belanda tapi aku nggak ngeh karena aku bukan penggemar bola dan tak begitu mengetahui nama2 pemain bola. Selamat pak Haji Zidane, see you next time, Haji Mabrur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipluk.com/madinah-raudah-dan-zidane.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tag Heuer dan Teman Lama</title>
		<link>http://cipluk.com/tag-heuer-dan-teman-lama.html</link>
		<comments>http://cipluk.com/tag-heuer-dan-teman-lama.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2012 12:31:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pergi Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[pergi haji]]></category>
		<category><![CDATA[tag heuer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipluk.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung cerita ku di Mekkah yang penuh dengan kenangan indah bersama orang terkasih yaitu ibunda tercinta. Kulakukan rutinitas ibadah sunnah Umroh setiap ba’da Ashar dan berakhir ba’da Isya, setelah selesai lalu ku pergi ke arah jalan Marwah untuk mencari makan di situ ada warung Indonesia menjual bakso soto sate, di warung itu sudah berjubel orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung cerita ku di Mekkah yang penuh dengan kenangan indah bersama orang terkasih yaitu ibunda tercinta. Kulakukan rutinitas ibadah sunnah Umroh setiap ba’da Ashar dan berakhir ba’da Isya, setelah selesai lalu ku pergi ke arah jalan Marwah untuk mencari makan di situ ada warung Indonesia menjual bakso soto sate, di warung itu sudah berjubel orang mengantri pesanan makanan dengan pakaian serba putih dan tampak sama semua, ku nikmati teh panasku sambil melihat lalu lalang manusia.</p>
<p>Sampai pada adegan aku melihat seseorang yang berada di depan mejaku membelakangiku dengan tangan terjuntai ke bawah meja dan tampaklah jam yang dikenakannya, aku lihat jam tangan itu merknya <a href="http://cipluk.com/"><strong>Tag Heur</strong></a> dan aku sepertinya ingat akan jam merk seperti itu yang selalu dipakai oleh temanku dan begitu dia berjalan ke arah penjual barulah kupastikan ku mengenal dia dan kutanyakan wanita di sampingnya yaitu istrinya, kusebutkan namanya diapun kaget dan mengiyakan, ya namanya kuingat Radju, Radjudin.  Jadilah kita berbincang bincang sedikit, kita tak menyangka akan bertemu di tempat dan acara seperti ini yaitu di depan Masjidil Haram dan saat berhaji mengingat kita tak bertemu sepuluh tahunan lebih, yang unik ku mengenalinya lewat jam tangan Tag Heuer yang dipakainya.</p>
<p>Oh ya teman ada cerita2 duka juga yang kualami pada waktu ku di sana. Seperti tanganku terjepit pintu bis, setelah aku Istighfar aku baru sadar itu terjadi karena aku membeli makanan di toko lalu kubayar setelah penjual mengembalikan uang kembalian kucek keliatannya ini kelebihan, lalu ku berniat mengembalikannya tapi terhalang oleh antrian dan karena faktor bahasa kelihatannya kasirnya agak marah menyuruhku antri saja, mengingat antrian panjang dan aku juga terburu-buru ingin pulang ke maktab menjemput ibuku karena waktu sholat Magrib akan tiba jadi kupikir ya sudahlah bukan salahku wong aku ingin mengembalikan kembalian yang lebih kok malah dimarahi, aku pun berlalu tuk pulang dan di terminal bis itulah tanganku terjepit. Rupanya itu merupakan kesalahan / dosa jadilah tanganku dihukum langsung, terima kasih ya ALLAH kau berikan aku petunjuk. Juga pada waktu aku melempar Jumrah, mataku tertimpuk batu kerikil dan terluka, ku intropeksi diriku mungkin ini hukuman karena aku adalah pengemar pornografi,  ku ingat surah Al-Zalzalah ayat 7 – 8 yang mana semua kejadian2 itu menambah keyakinanku. Amien.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipluk.com/tag-heuer-dan-teman-lama.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mekkah, Hajar Aswad dan Restu Ibu</title>
		<link>http://cipluk.com/mekkah-hajar-aswad-dan-restu-ibu.html</link>
		<comments>http://cipluk.com/mekkah-hajar-aswad-dan-restu-ibu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 12:30:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pergi Haji]]></category>
		<category><![CDATA[hajar aswad]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[kabah]]></category>
		<category><![CDATA[mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[pergi haji]]></category>
		<category><![CDATA[restu ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipluk.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Salam jumpa di blog ku ini, akan kuceritakan sedikit kisah dan pengalaman religiku di Mekkah pada waktu Haji 2004 yang dengan segala ridho dan izin Nya dari mulai mendaftar sampai berangkat melaksanakan dan pulang semua dilalui dengan lancar, padahal pada waktu itu ada sekitar 3000 an lebih calon jemaah haji tertunda. Seperti biasa kegiatan rutin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam jumpa di blog ku ini, akan kuceritakan sedikit kisah dan pengalaman religiku di Mekkah pada waktu Haji 2004 yang dengan segala ridho dan izin Nya dari mulai mendaftar sampai berangkat melaksanakan dan pulang semua dilalui dengan lancar, padahal pada waktu itu ada sekitar 3000 an lebih calon jemaah haji tertunda.</p>
<p>Seperti biasa kegiatan rutin aktifitas berhaji kulakukan   bersama ibuku di Mekkah, bergetar hatiku melihat Kabah pertama kalinya namun yang membuat hatiku terkejut adalah pemandangan di suatu sudut Kabah, di situ konsentrasi manusia begitu banyak berdesak-desakan laki-laki perempuan berusaha menuju ke suatu titik, tempat apakah itu pikirku? lewat seorang jemaah asal Turki akhirnya kutau tempat itu adalah tempat yang paling dituju semua jemaah haji  tempat paling favoritlah begitu kiranya. Ya! tempat itu bernama <a href="http://cipluk.com/"><strong>Hajar Aswad</strong></a> sebuah sudut Kabah yang terdapat batu dari langit yang konon dulunya berwarna jernih putih tapi karena usapan ciuman dari manusia-manusia yang tentunya tak lepas  dari kesalahan dan dosa akhirnya berubah warna menjadi hitam.</p>
<p>Benar2 dahsyatnya antrian untuk mencium batu ini tak pernah berhenti sepanjang masa, kubertanya dalam hati mampukah aku dan ibuku yang kecil mungil melawan mereka berlomba mencium Hajar Aswad? yang mana jemaah2 lain terutama dari Afrika dan Timur Tengah begitu besar2 dan ukuran kaki tangan mereka pun besar pikirku. Langsung aku mencoba menuju titik itu berdesakan maju sabar maju melangkah, hasilnya jangankan mencium, mendekat saja begitu susah, tubuhku lunglai, benar2 susah lain kali akan kucoba pikirku.</p>
<p>Malam itu sehabis Isya aku menghampiri ibuku dengan niat minta doa restu ibuku aku ingin berjuang dalam berdesak-desakan untuk suatu misi yaitu mencium Hajar Aswad, ibuku memelukku dan mencium keningku memberi restu, langsung aku terjun menuju lautan manusia yang sedang tawaf terus maju pantang mundur, entah mengapa malam itu tenagaku begitu prima energiku prima, begitu mudahnya aku membelah  lautan manusia sampai aku sendiri tak sadar kalau aku sudah berada di depan suatu benda mengkilap keperakan dengan dalamnya yang cekung gelap, benda apakah ini??  ternyata batu Hajar Aswad ada di dalam cekungan lubang itu yang lebarnya hanya cukup selebar kepala kita, langsung aku masukan kepalaku  dan kuciumlah batu itu. Tahukah kalian rasanya batu itu  seperti apa??  kupikir karena batu maka teksturnya keras seperti batu kebanyakan tapi batu ini rasanya lain yakni kita seperti memakai topeng karena berada di cekungan dan permukaan batu itu kenyal tampaknya telah dilapisi wax / lilin, sensasi di dalam lubang begitu hening tak terdengar suara hiruk-pikuk manusia, lalu ku bermunajat berdoa sampai aku tersadar ribuan orang di belakangku menunggu lalu kulepaskan kepalaku dari lubang itu dan terdengarlah gemuruh suara manusia, secara otomatis tubuhku terhempas mengalir ke belakang terhempas keluar dari kumparan antrian desakan.</p>
<p>Ssetelah itu lalu aku menuju Hijir Ismail, kuusahakan sembahyang sunah di situ, lalu ku menuju pintu Kabah menyentuhnya. Aku ingat ibuku yang telah menunggu ku cukup lama, aku berusaha kembali ke arah ibuku berada, ternyata di dalam upayaku berjalan membelah lautan manusia karena pintu Kabah terletak dekat dengan sudut Hajar Aswad maka posisiku mendekati Hajar Aswad lagi dan kulihat temanku Haji Suparman telah berada di moncong Hajar Aswad, diapun melihat aku dan memberi kode agar aku segera ke belakangnya, kesempatan itu tak ku sia-siakan  jadilah aku mencium Hajar Aswad untuk kedua kalinya. Malam itu Subhanallah ALLAH memberikan kemudahan kedua kalinya untukku, mungkin ini untuk ibuku – aku mewakilinya. Begitu selesai tubuhku terasa diangkat orang dan terlempar keluar dari kumparan antrian lagi, kutemui ibuku yang masih tampak komat-kamit berdoa dan kuceritakan keberhasilan ini padanya. Itulah bukti nyata doa seorang ibu pada anaknya, ridhoNya adalah ridho ibu kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipluk.com/mekkah-hajar-aswad-dan-restu-ibu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pergi Haji Wajib Jika (Ku) Mampu</title>
		<link>http://cipluk.com/pergi-haji-wajib-jika-ku-mampu.html</link>
		<comments>http://cipluk.com/pergi-haji-wajib-jika-ku-mampu.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 12:29:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pergi Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[hewan kurban]]></category>
		<category><![CDATA[hewan qurban]]></category>
		<category><![CDATA[kabah]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>
		<category><![CDATA[mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[pergi haji]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>
		<category><![CDATA[sapi]]></category>
		<category><![CDATA[tanah suci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipluk.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Itulah sepenggal judul tulisanku yang aku tulis dalam rangka menyambut bulan Haji tahun ini. Pada waktu itu aku walaupun aku sudah bekerja tak terpikirkan olehku untuk bisa berkurban, gaji minim gali lubang tutup lubang, apalagi pergi Haji. Miris hatiku jika hari Kurban datang, mushola dekat rumah ku tidak ada aktifitas pemotongan hewan kurban, gimana tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Itulah sepenggal judul tulisanku yang aku tulis dalam rangka menyambut bulan Haji tahun ini. Pada waktu itu aku walaupun aku sudah bekerja tak terpikirkan olehku untuk bisa berkurban, gaji minim gali lubang tutup lubang, apalagi <a href="http://cipluk.com/"><strong>pergi Haji</strong></a>. Miris hatiku jika hari Kurban datang, mushola dekat rumah ku tidak ada aktifitas pemotongan hewan kurban, gimana tidak wong tidak ada yang berkurban, kalau ingin ada pemotongan harus mendatangi masjid2 besar dengan membawa proposal, itupun sering hanya mendapat jatah kupon2 bukan seekor kambing.</p>
<p>Melihat kondisi seperti itu dalam hatiku berjanji  jika ku mampu nanti aku akan berkurban, kalo bisa sapi, Bismillah Amien dalam hatiku berjanji. Tibalah bulan Haji tahun 97, di tahun itulah dream come true akhirnya seekor sapi dapat ku korbankan ke musollah ku, begitupun tahun-tahun berikutnya ku dapat melaksanakan ibadah Kurban ku dengan lancar, sampai suatu saat kuberpikir aku mampu berkurban sapi atau kambing 7 tapi mampukah aku pergi Haji, keliatannya belum … kesanggupan ku secara finansial hanya mampu berkurban dulu, step by step dulu  pikirku dalam hati, Allah Maha Mengetahui  dan Maha Pengatur, berkurbanlah dulu.</p>
<p>Sampailah pada tahun 2004, tahun dimana Allah memberikan kesempatan dan undangan Nya padaku, berangkatlah aku dan ibuku  dengan segala kemudahan yang diberikan Nya. Akhirnya aku mampu  melaksanakan perintah Nya bersama orang yang paling tercinta dan tersayang di dunia, diundang Nya aku berdua ibuku kerumah Nya dengan ridho Nya. Cerita mengenai kita berdua di tanah suci akan aku tulis di sesi berikutnya.</p>
<p>Maaf tulisan ini hanya sekedar motivasi teman-teman agar selalu berikhtiar berdoa percaya dengan rencana Nya, dan selalu ikhlas menjalani kehidupan dunia ini, dan selalu punya niat berkurban dan berjihad harta di jalan Allah SWT.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipluk.com/pergi-haji-wajib-jika-ku-mampu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pennsylvania Avenue Street dan Jalan Cendana</title>
		<link>http://cipluk.com/pennsylvania-avenue-street-dan-jalan-cendana.html</link>
		<comments>http://cipluk.com/pennsylvania-avenue-street-dan-jalan-cendana.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 12:28:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[bill clinton]]></category>
		<category><![CDATA[cendana]]></category>
		<category><![CDATA[jalan cendana]]></category>
		<category><![CDATA[pennsylvania avenue]]></category>
		<category><![CDATA[soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[taman suropati]]></category>
		<category><![CDATA[USA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipluk.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Saat aku jalan-jalan di Washington DC sekitar tahun 94, aku berjalan dan berdiri sejenak di sebuah jalan di depan Gedung Putih rumah Presiden Amerika pada waktu itu, si empunya adalah Bill Clinton dan dia lagi ada di Indonesia  kalo nggak salah ada pertemuan APEC, itulah jalan Pennsylvania  Avenue. Ku sempatkan nongkrong sebentar dan merenung sejenak, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat aku jalan-jalan di Washington DC sekitar tahun 94, aku berjalan dan berdiri sejenak di sebuah jalan di depan Gedung Putih rumah Presiden Amerika pada waktu itu, si empunya adalah Bill Clinton dan dia lagi ada di Indonesia  kalo nggak salah ada pertemuan APEC, itulah jalan <a href="http://cipluk.com/"><strong>Pennsylvania  Avenue</strong></a>.</p>
<p>Ku sempatkan nongkrong sebentar dan merenung sejenak, ku ingat sebelumnya aku juga sering jalan kaki melewati jalan Cendana, dari jalan Tanjung lurus menuju ke arah Taman Suropati  sambil berjalan pelan bila lewat depan rumah no 8 rumah pak Harto, tak ku sangka ku injakan kaki  ku pula di depan rumah orang no satu di USA, lalu ku cari telpon umum dan ku telpon  ibuku di rumah, ku ceritakan keberadaanku saat itu, ibuku gembira mendengarnya mengingat dulu waktu aku jalan  di jalan Cendana di depan rumah pak Harto, aku bilang ke ibuku bahwa suatu saat aku akan jalan  di depan Gedung Putih seperti ini, bu  doakanlah bu, ternyata dream come true.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipluk.com/pennsylvania-avenue-street-dan-jalan-cendana.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

