Archive for » 2010 «

Wacana pemberian gelar pahlawan akhir2 ini bergulir pada diri pak Harto ada pro kontra. Sebagai bagian dari warga negara Indonesia aku sih berpikir mengapa terburu-buru, aku pikir ini adalah wacana yang digulirkan orang2 ketiga keluarga Cendana yang ingin cari muka atau berkepentingan.

Sedari kecil aku pengagum beliau walaupun aku tidak pernah bertemu langsung dengan beliau tapi aku pernah mendekati beliau, ceritanya begini, pada waktu aku berkesempatan Sholat Jumat di Masjid  Baiturohman di samping istana di lingkungan gedung Sekneg dan aku secara tak sengaja duduk tidak jauh dari shaf nya pak Harto yang kalo tidak salah beliau bersama suami Benazhir Bhuto. Di situlah pertama kalinya aku melihat wajah pak Harto  secara langsung, kulitnya putih memakai jas biru tua perutnya gendut.

Profil pak Harto mirip dengan Napoleon Bonaparte yang juga sama-sama ahli strategi militer. Aku pernah mengunjungi rumah tempat lahir dan besar Napoleon di  kota Ajaccio di pulau Torsica wilayah French, rumah itu terletak di antara jalan sempit diapit antara blok perumahan2. Rumah bertingkat berdinding tembok berlantai atas kayu terdapat ranjang  ruang tamu dan barang2 peninggalan beliau dan surat cintanya, pengunjung harus membayar beberapa euro untuk mendapatkan tiket masuk.

Di desa Kemusuk Godean Jogjakarta aku pun pernah ke rumah pak Harto semasa kecil, pada waktu itu  aku hanya ingin lewat di depannya saja tapi hujan deras datang tiba2 lalu ku belokan motorku ke dalam dan ku berteduh di paviliun / musolah kecil,  di situ aku berteduh dan merenung memandangi rumah masa kecil seorang presiden. Itu terjadi sekitar  tahun 1998 beberapa bulan sebelum pak Harto lengser sewaktu aku berlibur di Jogja. Yang jelas pak Harto adalah pahlawan untuk keluarganya, meminjam istilahnya ora pathekan gak jadi presiden lagi, hal yang sama pasti akan dikatakan pak Harto jika beliau masih ada ora pathekan gak jadi pahlawan beliau sudah tenang di alamnya, kita tidak usah berpolemik.

raudahMasjid Nabawi, di masjid ini kulakukan Arbain sholat wajib 40 rakaat tanpa putus  dikarenakan jarak maktabku jauh sering aku seharian tak pulang  jadi dari Subuh sampai Isya kuberada di sana, keluar hanya untuk ke toilet dan mengisi perut makan roti dan minum teh panas sambil memperhatikan kapan kira-kira ku bisa masuk ke area Raudah yang mana antreannya begitu tinggi dan berjibun. Sampailah pada suatu sore ba’da Ashar ada kesempatan ku untuk bergerilya mendekati sasaran bak seorang pasukan intelejen aku menyusup mendekat seshaf demi seshaf tanpa putus asa, tibalah dengan tak terasa ku injakan kakiku di karpet warna cream mewah nan tebal di situ saingan begitu ketatnya bagaimana tidak semua orang berpikir sama untuk satu tujuan area karpet itulah Raudah berada, aku terus maju mendekat untuk lebih mendekat ke tempat yang diyakini taman surga berada yaitu di antara makam nabi dan mihrab, pada akhirnya sampailah aku di antaranya untuk lebih amannya aku duduk tepat di depan mihrab dan kulaksanakan sholat Maghrib dan Isya di sana, nikmat nian usahaku berhasil inginnya sih sampai Subuh di situ tapi jam 10 tempat ini akan ditutup dan dilakukan sweeping, cukuplah masih banyak jemaah lain yang ingin merasakan Raudah aku ga boleh egois.

Hari2 berikutnya aku sembahyang seperti biasa di tempat yang blok kanan yang kupikir sangat nyaman karena dekat dengan toilet dan pintu keluar dan blok itulah setiap Maghrib dan menjelang Isya  jemaah rombongan dari  Perancis selalu  berada di situ dan sholat di dekatku. Pada suatu kesempatan aku mengobrol dengan mereka karena aku pernah ke Perancis, dari obrolan dengan mereka aku tahu  bahwa mereka adalah rombongan dari Perancis asal mereka Aljazair  dan mereka bersama Zidane dan mereka menunjuk seseorang di depanku orang itulah Zidane karena kakinya sedikit cedera dan tak bisa mengikuti pertandingan maka dia memekai waktu senggangnya untuk berhaji karena dia seorang Islam dari Aljazair. Akupun bersay hello padanya, aku bisa sedikit bahasa Inggris dan aku pernah mengunjungi  Perancis seperti  Lehavre Marseiles Nice Torsica Montecarlo.

Aku sendiri bukan penggemar  bola dan tak begitu ngeh kalau orang itu adalah Zinedine Zidane si pemain bola terkenal, seperti pada waktu aku melayani tamu di restaurant tempat aku bekerja  aku ternyata melayani keluarga anak2 dari Ronald Koeman dan tamu di sebelahnya adalah Ronald Koeman pemain sepak bola terkenal Belanda tapi aku nggak ngeh karena aku bukan penggemar bola dan tak begitu mengetahui nama2 pemain bola. Selamat pak Haji Zidane, see you next time, Haji Mabrur.

Category: Pergi Haji  Tags: , , , , , ,  Comments off

tag heuerMenyambung cerita ku di Mekkah yang penuh dengan kenangan indah bersama orang terkasih yaitu ibunda tercinta. Kulakukan rutinitas ibadah sunnah Umroh setiap ba’da Ashar dan berakhir ba’da Isya, setelah selesai lalu ku pergi ke arah jalan Marwah untuk mencari makan di situ ada warung Indonesia menjual bakso soto sate, di warung itu sudah berjubel orang mengantri pesanan makanan dengan pakaian serba putih dan tampak sama semua, ku nikmati teh panasku sambil melihat lalu lalang manusia.

Sampai pada adegan aku melihat seseorang yang berada di depan mejaku membelakangiku dengan tangan terjuntai ke bawah meja dan tampaklah jam yang dikenakannya, aku lihat jam tangan itu merknya Tag Heur dan aku sepertinya ingat akan jam merk seperti itu yang selalu dipakai oleh temanku dan begitu dia berjalan ke arah penjual barulah kupastikan ku mengenal dia dan kutanyakan wanita di sampingnya yaitu istrinya, kusebutkan namanya diapun kaget dan mengiyakan, ya namanya kuingat Radju, Radjudin.  Jadilah kita berbincang bincang sedikit, kita tak menyangka akan bertemu di tempat dan acara seperti ini yaitu di depan Masjidil Haram dan saat berhaji mengingat kita tak bertemu sepuluh tahunan lebih, yang unik ku mengenalinya lewat jam tangan Tag Heuer yang dipakainya.

Oh ya teman ada cerita2 duka juga yang kualami pada waktu ku di sana. Seperti tanganku terjepit pintu bis, setelah aku Istighfar aku baru sadar itu terjadi karena aku membeli makanan di toko lalu kubayar setelah penjual mengembalikan uang kembalian kucek keliatannya ini kelebihan, lalu ku berniat mengembalikannya tapi terhalang oleh antrian dan karena faktor bahasa kelihatannya kasirnya agak marah menyuruhku antri saja, mengingat antrian panjang dan aku juga terburu-buru ingin pulang ke maktab menjemput ibuku karena waktu sholat Magrib akan tiba jadi kupikir ya sudahlah bukan salahku wong aku ingin mengembalikan kembalian yang lebih kok malah dimarahi, aku pun berlalu tuk pulang dan di terminal bis itulah tanganku terjepit. Rupanya itu merupakan kesalahan / dosa jadilah tanganku dihukum langsung, terima kasih ya ALLAH kau berikan aku petunjuk. Juga pada waktu aku melempar Jumrah, mataku tertimpuk batu kerikil dan terluka, ku intropeksi diriku mungkin ini hukuman karena aku adalah pengemar pornografi,  ku ingat surah Al-Zalzalah ayat 7 – 8 yang mana semua kejadian2 itu menambah keyakinanku. Amien

Category: Pergi Haji  Tags: , ,  Comments off
Recommended Links